Rabu, 09 Maret 2011

PETA-PETA KERJA


2.1       Peta-Peta Kerja
            Peta-peta kerja merupakan salah satu alat yang sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus yang bisa mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metoda kerja (Sutalaksana, 1979). Fungsi peta kerja adalah untuk menganalisa suatu pekerjaan sehingga dapat mempermudah dalam perencanaan perbaikan kerja (www.digilib.petra.ac.id). Contoh informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metoda kerja terutama dalam suatu proses produksi, yaitu jumlah benda kerja yang harus dibuat, waktu operasi mesin, kapasitas mesin, bahan-bahan khusus yang harus disediakan, alat-alat khusus yang harus disediakan, dan sebagainya.
            Peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (Sutalaksana, 1979). Lewat peta-peta ini dapat dilihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik (berbentuk bahan baku), kemudian menggambarkan semua langkah yang dialami, seperti transportasi, operasi mesin, pemeriksaan dan perakitan, sampai akhirnya menjadi produk jadi, baik produk lengkap atau merupakan bagian dari suatu produk lengkap atau merupakan bagian dari suatu produk lengkap. Pada dasarnya, semua perbaikan tersebut ditujukan untuk mengurangi biaya produksi secara keseluruhan, dengan demikian, peta ini merupakan alat yang baik untuk menganalisa suatu pekerjaan sehingga mempermudah dalam perencanaan perbaikan kerja.

2.2       Lambang-Lambang yang Digunakan
            Menurut catatan sejarah, peta-peta kerja yang sekarang ini dikembangkan oleh Gilberth. Gilberth mengusulkan 40 buah lambang yang bisa dipakai dalam membuat suatu peta kerja. Kemudian pada tahun berikutnya, jumlah lambang-lambang tersebut disederhanakan, sehingga hanya tinggal empat macam, yaitu:

                            untuk operasi                                   untuk pemeriksaan
           
    untuk transportasi                           untuk penyimpanan


Gambar 2.1 Lambang-lambang Peta-peta Kerja

Tahun 1947, ASME (American Siciety of Mechanical Engineers) membuat standar lambang-lambang yang terdiri dari 5 macam lambang. Lambang-lambang ini merupakan modifikasi dari lambang yang digunakan oleh Gilberth, yaitu lingkaran kecil diganti dengan anak panah untuk kejadian transportasi dan menambah lambang baru (D) untuk kejadian menunggu. Lambang-lambang tersebut dapat diuraikan sebagai berikut (Sutalaksana, 1979).
            Operasi
            Suatu kegiatan operasi terjadi apabila benda kerja mengalami perubahan sifat, baik fisik maupun kimiawi, mengambil informasi maupun memberikan informasi pada suatu keadaan juga termasuk operasi. Operasi merupakan kegiatan yang paling banyak terjadi dalam suatu proses, dan biasanya terjadi pada suatu mesin atau stasiun kerja. Dalam prakteknya, lambang ini juga bisa digunakan untuk menyatakan aktifitas administrasi.
            Pemeriksaan
            Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun kuantitas. Lambang ini digunakan jika dilakukan pemeriksaan terhadap suatu obyek atau membandingkan obyek tertentu dengan suatu standar. Suatu pemeriksaan tidak menjuruskan bahan  ke arah menjadi suatu barang jadi.
            Transportasi
            Suatu kegiatan transportasi terjadi apabila benda kerja, pekerja atau perlengkapan mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu operasi. Suatu pergerakan yang merupakan bagian dari operasi atau disebabkan oleh petugas pada tempat bekerja waktu operasi atau pemeriksaan berlangsung bukanlah merupakan transportasi.
            Menunggu
            Proses menunggu terjadi apabila benda kerja, pekerja dan perlengkapan tidak mengalami kegiatan apa-apa selain menunggu. Kejadian ini menunjukkan bahwa suatu obyek ditinggalkan untuk sementara tanpa pencatatan sampai diperlukan kembali.
            Penyimpanan
            Proses penyimpanan terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama. Jika benda kerja tersebut akan diambil kembali, biasanya memerlukan suatu prosedur perizinan tertentu. Lambang ini digunakan untuk menyatakan suatu obyek yang mengalami penyimpanan permanen, yaitu ditahan atau dilindungi terhadap pengeluaran tanpa izin tertentu. Prosedur perizinan dan lamanya waktu adalah dua hal yang membedakan antara kegiatan menunggu dan penyimpanan.
            Selain kelima lambang di atas, bisa menggunakan lambang lain apabila merasa perlu untuk mencatat suatu aktivitas yang memang terjadi selam proses berlangsung dan tidak terungkapkan oleh lambang-lambang tadi. Lambang tersebut ialah:
            Aktivitas Gabungan
`           Kegiatan ini terjadi apabila aktivitas operasi dan pemeriksaan dilakukan bersamaan atau dilakukan pada suatu tempat kerja



2.3       Macam-Macam Peta Kerja
            Pada dasarnya peta-peta kerja yang ada sekarang bisa dibagi dalam dua kelompok besar berdasarkan kegiatannya, yaitu (Sutalaksana, 1979):
1.      Peta-peta kerja yang digunakan untuk menganalisa kegiatan kerja keseluruhan
2.      Peta-peta kerja yang digunakan untuk menganalisa kegiatan kerja setempat
            Suatu kegiatan disebut kegiatan kerja keseluruhan apabila kegiatan tersebut melibatkan sebagian besar atau semua fasilitas yang diperlukan untuk membuat produk yang bersangkutan. Sedangkan suatu kegiatan disebut kegiatan kerja setempat, apabila kegiatan tersebut terjadi dalam suatu stasiun kerja yang biasanya hanya melibatkan orang dan fasilitas dalam jumlah terbatas. Hubungan antara kedua macam kegiatan di atas akan terlihat bila untuk menyelesaikan suatu produk diperlukan beberapa stasiun kerja, dimana satu sama lainnya saling berhubungan. Masing-masing peta kerja yang termasuk dalam kedua kelompok diatas, antara lain:
1. Yang termasuk kelompok kegiatan kerja keseluruhan
a. Peta Proses Operasi.
b. Peta Aliran Proses.
c. Diagram Aliran.
d. Peta Proses Kelompok Kerja.
2. Yang termasuk kelompok kegiatan kerja setempat
a. Peta Pekerja dan Mesin.
b. Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan.

2.4.      Peta Proses Operasi
            Peta proses operasi merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami bahan (bahan-bahan) baku mengenai urutan-urutan operasi dan pemeriksaan (Sutalaksana, 1979). Menurut www.digilib.petra.ac.id, peta proses operasi merupakan suatu peta yang menggambarkan urutan-urutan proses atau operasi inspeksi, waktu kelonggaran, dan pemakaian material di dalam proses produksi secara sistematis dan jelas mulai dari awal bahan baku sampai menjadi produk jadi yang utuh maupun sebagai komponen. Sejak dari awal sampai menjadi produk jadi utuh maupun sebagai komponen, dan juga memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk analisa lebih lanjut, seperti waktu yang dihabiskan, material yang digunakan, dan tempat atau alat atau mesin yang dipakai. Jadi, dalam suatu peta proses operasi dicatat hanyalah kegiatan-kegiatan operasi dan pemeriksaan saja, kadang-kadang pada akhir proses dicatat tentang penyimpanan.

2.4.1    Kegunaan Peta Proses Operasi
            Adanya informasi-informasi yang bisa dicatat melalui peta proses operasi, bisa diperoleh banyak manfaat diantaranya:
1.     Bisa mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya
2.      Bisa memperkirakan kebutuhan akan bahan baku
3.      Sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik
4.      Sebagai alat untuk melakukan cara kerja yang sedang dipakai
5.      Sebagai alat untuk latihan kerja
6.      Dan lain-lain

2.4.2    Analisa Suatu Peta Proses Operasi
Ada empat hal yang perlu diperhatikan agar diperoleh suatu proses kerja yang baik melalui analisa peta proses operasi, yaitu analisa terhadap bahan-bahan, operasi, pemeriksaan, dan terhadap waktu penyelesaian suatu proses. Keempat hal tersebut di atas, dapat diuraikan sebagai berikut: (Sutalaksana, 1979)
1.     Bahan-bahan
Harus mempertimbangkan semua alternatif dari bahan yang digunakan, proses penyelesaian dan toleransi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan fungsi, realibilitas, pelayanan, dan waktunya.
2.     Operasi
Juga dalam hal ini harus dipertimbangkan mengenai semua alternatif yang mungkin untuk proses pengolahan, pembuatan, pengerjaan dengan mesin atau metode perakitannya, beserta alat-alat dan pelengkapan yang digunakan. Perbaikan yang mungkin bisa dilakukan, misalnya dengan menghilangkan, menggabungkan, merubah atau menyederhanakan operasi-operasi yang terjadi.
3.     Pemeriksaan
Dalam hal ini harus mempunyai standar kualitas. Suatu obyek dikatakan memenuhi syarat kualitasnya jika setelah dibandingkan dengan standar ternyata lebih baik atau minimal sama. Proses pemeriksaan bisa dilakukan dengan teknik samping atau satu persatu dari semua obyek yang dibuat tentunya cara yang terakhir tersebut dilaksanakan apabila jumlah produksinya sedikit.
4.     Waktu
Untuk mempersingkat waktu penyelesaian, harus mempertimbangkan semua alternatif mengenai metoda, peralatan dan tentunya penggunaan perlengkapan-perlengkapan khusus.

2.5.      Peta Aliran Proses
            Menurut Sutalaksana (1979), peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menunggu dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau suatu prosedur berlangsung, serta didalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisa seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak perpindahan. Sedangkan menurut Sritomo (2006), peta aliran proses adalah suatu peta yang menggambarkan semua aktivitas baik aktivitas produktif maupun tidak produktif yang terlibat dalam proses pelaksanaan kerja.

2.5.1    Perbedaan Peta Aliran Proses dan Peta Proses Operasi
            Terdapat dua hal utama yang membedakan antara peta proses operasi dengan peta aliran proses. Adapun perbedaan dari kedua peta tersebut, yaitu:
1.     Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar, termasuk transportasi, menunggu dan menyimpan. Sedangkan pada peta proses operasi, terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja.
2.      Pada aliran proses menganalisa setiap komponen yang akan diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi, dan memungkinkan untuk digunakan disetiap proses atau prosedur, baik di pabrik atau kantor.

2.5.2    Macam-macam Peta Aliran Proses
            Peta aliran proses memungkinkan untuk digunakan dalam aktivitas perkantoran, secara terperinci dapat dikatakan bahwa peta aliran proses pada umumnya terbagi dalam dua tipe, yaitu (Sutalaksana, 1979):
1.     Peta aliran proses tipe bahan.
2.      Peta aliran proses tipe orang.
            Peta aliran proses tipe bahan, ialah suatu peta yang menggambarkan suatu kejadian yang dialami bahan dalam suatu proses atau prosedur operasi. Sedangkan peta aliran proses tipe orang adalah suatu peta yang menggambarkan suatu proses dalam bentuk aktivitas-aktivitas manusianya. Peta aliran proses tipe orang pada dasarnya bisa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1.     Peta aliran proses pekerja yang menggambarkan aliran kerja seorang operator.
2.      Peta aliran proses pekerja yang menggambarkan aliran kerja sekelompok manusia, sering disebut peta proses kelompok kerja.
           
2.5.3    Kegunaan Peta Aliran Proses
            Secara terperinci dapat diuraikan kegunaan umum dari suatu peta aliran proses. Adapun kegunaan umum dari suatu peta aliran proses, sebagai berikut:
1.     Bisa digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang mulai awal masuk dalam suatu proses atau prosedur sampai aktivitas terakhir.
2.      Peta ini bisa memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses atau prosedur.
3.      Bisa digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan atau dilakukan oleh orang selama proses atau prosedur berlangsung.
4.      Sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan proses atau metode kerja.
5.      Khusus untuk peta yang hanya menggambarkan aliran yang dialami oleh suatu komponen atau satu orang, secara lebih lengkap, maka peta ini merupakan suatu alat yang akan mempermudah proses analisa untuk mengetahui tempat-tempat dimana terjadi ketidakefisienan atau terjadi ketidaksempurnaan pekerjaan, sehingga dengan sendirinya dapat digunakan untuk menghilangkan ongkos-ongkos yang tersembunyi.

2.6.      Peta Proses Kelompok Kerja
            Peta proses kelompok kerja adalah suatu peta yang digunakan untuk menunjukkan beberapa aktivitas dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama dalam suatu proses atau prosedur kerja, dimana satu aktivitas dengan aktivitas lainnya saling bergantungan, artinya suatu hasil kerja secara kelompok dapat berhasil, jika setiap aktivitas dari anggota kelompok-kelompok tersebut berlangsung dengan lancar (Sutalaksana, 1979). Orang yang pertama yang memperkenalkan dan kemudian mengembangkan peta proses kelompok kerja adalah John A Adridge.

2.6.1    Kegunaan Peta Proses Kelompok Kerja
            Sesuai dengan namanya, peta ini dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisa aktivitas suatu kelompok kerja. masalah utama jika terjadi kerja sama antara sekelompok orang dimana satu aktivitas dengan lainnya saling bergantung adalah banyaknya dijumpai aktivitas-aktivitas menunggu (delay).
            Tujuan utama yang harus dianalisa dari kelompok kerja adalah harus bisa meminimumkan waktu menunggu (delay) ini. Dengan berkurangnya waktu menunggu berarti bisa mencapai tujuan lain yang lebih nyata diantaranya:
1.     Bisa mengurangi ongkos produksi atau proses.
2.      Bisa mempercepat waktu penyelesaian produk atau proses.

2.7.      Diagram Aliran
            Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam peta aliran proses (Sutalaksana, 1979). Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ketempat berikutnya, dinyatakan oleh garis aliran dalam diagram tersebut. Arah aliran digambarkan oleh anak panah kecil pada garis aliran tersebut. Tujuan pokok dalam pembuatan diagram aliran adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas, disamping tentunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan didalam desain layout fasilitas produksi yang ada (Sritomo, 2006).

2.7.1    Kegunaan Diagram Aliran 
            Secara lebih lengkap, kegunaan suatu diagram aliran dapat diuraikan sebagai berikut:
1.     Lebih memperjelas suatu peta aliran proses, apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting.
2.      Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja.

2.8.      Peta Pekerja dan Mesin
            Peta pekerja dan mesin merupakan suatu grafik yang menggambarkan koordinasi antara waktu bekerja dan waktu menganggur dari kombinasi antara pekerja dan mesin. Lambang-lambang yang digunakan pada peta pekerja dan mesin adalah:
Menunjukkan waktu menganggur
Digunakan untuk menyatakan pekerja atau mesin yang sedang menganggur atau salah satu sedang menunggu yang lain
 

Menunjukkan kerja tak bergantungan (independent)
Jika ditinjau dari pekerja, maka keadaan ini menunjukkan seorang pekerja yang sedang bekerja dan independent dengan mesin dan pekerja lain.
Menunjukkan kerja kombinasi
Jika ditinjau dari pihak pekerja, maka lambang ini digunakan apabila diantara operator dan mesin atau dengan operator lainnya sedang bekerja secara bersama-sama.
Langkah terakhir setelah semua aktivitas digambarkan, dibuat kesimpulan dalam bentuk ringkasan yang memuat waktu menganggur, waktu kerja dan akhirnya bisa mengetahui waktu penggunaan dari pekerja atau mesin tersebut.
Peta pekerja mesin ini akan menunjukan hubungan waktu kerja antara siklus kerja operator (pekerja) dan siklus operasi dari mesin atau fasilitas kerja liannya yang ditangani oleh pekerja dan mesin ini sering bekerja secara  bergantian.Ada empat kemungkinan terjadi hubungan kerja antara pekerja dan mesin tersebut, yaitu:
1.     Operator Bekerja – Mesin Menganggur (idle)
2.     Operator Menganggur – Mesin Bekerja.
3.     Operator Bekerja – Mesin Bekerja.
4.     Operator Menganggur – Mesin Menganggur.
Pada dasarnya kondisi menganggur (idle), apakah itu terjadi pada operator maupun mesin adalah suatu hal yang merugikan.Waktu menganggur ini harus dihilangkan atau paling tidak ditekan seminimal mungkin dengan tetap mempertimbangkan batas-batas kemampuan manusia dan mesin. (http://teknikmanajemenindustri.wordpress.com)

2.8.1    Kegunaan Peta Pekerja dan Mesin
            Informasi paling penting yang diperoleh melalui peta pekerja dan mesin ialah hubungan yang jelas antara waktu kerja operator dan waktu operasi mesin yang ditanganinya. Peningkatan efektivitas penggunaan dan perbaikan keseimbangan kerja dapat dilakukan, misalnya dengan cara:

1.     Merubah tata letak tempat kerja
2.      Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja
3.      Merancang kembali mesin dan peralatan
4.      Menambah pekerja bagi sebuah mesin atau sebaliknya.

2.9.      Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan
            Peta tangan kiri dan tangan kanan merupakan suatu alat dari studi gerakan untuk menentukan gerakan-gerakan yang efisien, yaitu gerakan-gerakan yang memang diperlukan untuk melaksanakan suatu pekerjaan (Sutalaksana, 1979). Peta ini menggambarkan semua gerakan-gerakan saat bekerja dan waktu menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan, juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan pada tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan suatu pekerjaan.

2.9.1    Kegunaan Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan
            Peta tangan kiri dan tangan kanan berguna untuk memperbaiki suatu stasiun kerja, sebagaimana peta-peta yang lain, peta ini pun mempunyai kegunaan yang lebih khusus. Adapun kegunaan dari peta tangan kiri dan tangan kanan, yaitu diantaranya:
1.     Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan.
2.      Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif, sehingga tentunya akan mempersingkat waktu kerja.
3.      Sebagai alat untuk menganalisa tata letak stasiun kerja.
4.      Sebagai alat untuk melatih pekerjaan baru, dengan cara kerja yang ideal.          
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar