Selasa, 26 Juni 2012
Selasa, 03 April 2012
Tugas Softskill Etika Profesi ke-2
1.
Jelaskan
perbedaan pokok antara moral dengan etika, berikan contoh nyata dalam kehidupan
sehari-hari!
Jawab: Secara etismologis kata etika sama dengan kata moral yang mengandung
pengertian adat kebiasaan. Namun dalam pengertian sebenarnya Etika berasal dari bahasa Yunani yang diartikan sebagai ilmu yang
mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan
manusia yang didorong oleh kehendak dan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan. Menurut Jones (2004), Etika merupakan bagian
filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu
tindakan, apakah benar atau salah, dan penyelesaiannya baik atau tidak.
Contoh etika : mengetuk pintu rumah dan memberikan salam
ketika masuk rumah, berbicara kepada orang yang lebih tua menggunakan bahasa
yang baik dan benar dan bersikap sopan santun, dan lain sebagainya.
Moral berasal dari bahasa latin yang merupakan suatu istilah untuk menentukan batas-batas dari
sifat-sifat, corak-corak, maksud-maksud, pertimbangan-pertimbangan, atau
perbuatan-perbuatan yang layak dapat dinyatakan baik/buruk, benar/salah. Ajaran moral
memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat pada sekelompok
manusia. Ajaran moral mengajarkan bagaimana orang harus hidup. Ajaran moral
merupakan rumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai serta
kewajiban manusia.
Contoh moral : tidak memaksakan
suatu agama tertentu kepada orang lain, berkata jujur, menghormati orang tua,
menghargai orang lain, dan sebagainya.
Sehingga dapat dikatakan bahwa Etika
merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran moral atau
merupakan manifestasi dari moral yang berasal
dari adat kebiasaan dan sosial kemasyarakatan yang telah berproses menjadi
suatu bentuk etika sebagai pedoman bertindak baik ranah formal maupun non
formal sehingga sering dikatakan suatu perbuatan baik bila dilaksanakan maka
telah beretika serta sebaliknya dikatakan tidak beretika.
Referensi:
www.scribd.com/doc/24595450/Pengertian-Etika-Dan-Moral
2.
Jelaskan
perbedaan pokok antara paham kantianisme dan utilitariansime! Berikan contoh
masing-masing! Paham mana yang lebih banyak dianut oleh para
profesional/Insinyur di bidang keteknikan? Mengapa?
Jawab:
Paham kantianisme merupakan paham filosofis yang mengalir dari
pemikiran Immanuel Kant. Kantianisme adalah paham yang mementingkan kejujuran
dalam komunikasi serta keberanian menghadapi hal-hal negatif dari diri sendiri
dengan memandang suatu
permasalahan secara tegas, objektif, dan memandang setiap orang sebagai subyek
moral. Paham ini
menjelaskan bahwa penilaian
baik atau buruknya suatu tindakan didasarkan pada penilaian apakah tindakan
tersebut sebagai baik atau buruk. Baik atau buruknya tindakan tidak terlepas
dari motivasi, kemauan baik, dan watak si pelaku.
Contoh paham kantianisme: Seorang koruptor yang tertangkap pihak
kepolisian maka harus dihukum tepat sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Bila tidak dihukum, penganut kantianisme akan merasa hal tersebut adalah hal
yang salah dan sama seperti menghukum orang yang tidak bersalah.
Paham utilitarianisme merupakan
paham yang berpegang pada kaidah
dasar bahwa sesuatu dikatakan baik atau benar, bukan karena sesuatu itu
dinyatakan baik oleh Tuhan atau masyarakat; sesuatu dinyatakan baik kalau
sesuatu yang dimaksud itu mempunyai nilai utility (nilai guna bagi kebaikan
manusia). Menurut paham ini, ukuran baik tidaknya suatu
tindakan dilihat dari akibat, konsekuensi, atau tujuan dari tindakan itu,
apakah memberi manfaat atau tidak, dalam
mengukur akibat dari suatu tindakan, satu-satunya parameter yang penting adalah
jumlah kebahagiaan atau jumlah ketidakbahagiaan, kesejahteraan setiap orang
sama pentingnya.
Contoh paham utilitarianisme : seseorang yang ingin
melakukan suatu pekerjaan yang memiliki maanfaat sehingga menghasilkan keuntungan
dan nilai guna bagi kebaikan setiap orang.
Paham yang lebih banyak dianut oleh para
profesional atau insinyur di bidang keteknikan adalah paham utilitarianisme
karena paham ini berpedoman pada pemikiran bahwa sesuatu dinyatakan baik dilakukan apabila mempunyai nilai
guna bagi kebaikan manusia.
Para profesional atau insinyur di bidang keteknikan umumnya lebih mengutamakan sesuatu
hal yang dapat memberikan manfaat dan keuntungan yang optimum yang dihasilkan
dari sesuatu hal yang mereka kerjakan sehingga menguntungkan bagi banyak pihak.
Referensi:
wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/.../tugas1-etika-profesi.doc
3.
Jelaskan
yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian
dalam kehidupan sehari-hari!
dalam kehidupan sehari-hari!
Jawab: Dilema
moral merupakan situasi yang dihadapi oleh seseorang dimana harus membuat
keputusan antara dua alternatif atau lebih tentang perilaku seperti apa yang
tepat untuk dilakukannya. Dalam
dilema moral, seseorang harus memutuskan secara moral tindakan yang benar,
bukan hanya yang diinginkan.
Contoh dilemma moral dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya memberikan tempat duduk kepada seorang ibu yang
sedang hamil atau kepada seorang nenek yang berumur 70 tahun dengan kondisi bus
yang sudah terisi penuh dengan penumpang.
Referensi:
wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/.../tugas1-etika-profesi.doc
4. Salah
satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam
bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama dan
kompetensi penunjang yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri Indonesia!
Jawab:
Kompetensi utama yang harus
dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri adalah mampu mengidentifikasi,
memformulasikan, dan memecahkan masalah dari masalah yang diformulasikan sehingga
mampu menghasilkan sebuah keputusan yang dapat mengimplementasikan hasil-hasil
pemecahan masalah tersebut.
Kompetensi penunjang yang harus
dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri adalah mampu bekerja sama dalam team, mempunyai
kemampuan berkomunikasi, dan mampu menghasilkan suatu ide yang kreatif.
Jumat, 16 Maret 2012
Tugas Softskill Etika Profesi
1.
Jelaskan pengertian dan cakupan etika profesi!
Jawaban
:
Kata
etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti
karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan
berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk
menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar,
buruk atau baik.
Menurut
para ahli, etika adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan
antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Etika
akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan
manusia di dalam kelompok sosialnya. Dengan demikian etika adalah refleksi dari
apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan
diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
Dengan
demikian, etika profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang
merupakan produk dari etika sosial yang mencangkup aturan-aturan konvensional
mengenai tingkah laku individual dalam masyarakat beradab, tata cara formal
maupun tata cara karma lahiriah untuk mengatur hubungan antara pribadi sesuai
dengan status sosial masing-masing dan untuk kepentingan kelompok sosial
(profesi) itu sendiri. Etika profesi keteknikan adalah keseluruhan tuntutan
moral yang harus ada dalam pelaksanaan sebuah profesi keteknikan.
Tanpa
adanya etika profesi kepercayaan masyarakat akan berkurang dan apabila tidak
ada etika maka akan terjadi kesalahgunaan dalam keteknikan itu sendiri.
Ada
dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya
prilaku manusia :
1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang
berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan
apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan
tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang
berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya
dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika
normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka
tindakan yang akan diputuskan.
Etika
secara umum dapat dibagi menjadi :
a. ETIKA UMUM, berbicara mengenai
kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana
manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral
dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam
menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan
ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
b. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan
prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa
berwujud : Bagaimana mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan
dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan
prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud :
Bagaimana menilai perilaku pribadi dan orang lain dalam bidang kegiatan dan
kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia
bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tindakan,
dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
ETIKA
KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
a. Etika individual, yaitu menyangkut
kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai
kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
2.
Apa tujuan dari proses pembelajaran etika profesi keteknikan!
Jawaban
:
Tujuan dari proses
pembelajaran etika profesi keteknikan, yaitu:
·
Membantu para professional
dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat dalam menghadapi dilema
pekerjaan mereka
·
Menjaga reputasi atau nama
para professional
·
Menjelaskan dan menetapkan
tanggung jawab kepada lembaga dan masyarakat umum
·
Menjaga kelakuan dan
integritas para tenaga profesi
·
Merupakan pencerminan dan
pengharapan dari komunitasnya, yang menjamin pelaksanaan kode etik tersebut
dalam pelayanannya
·
Etika mencerminkan /
membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian dapat
menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik)
profesi dalam pelayanannya.
·
Merupakan dasar untuk
menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi
·
Meningkatkan mutu profesi
Dengan
adanya tujuan dari pembelajaran etika profesi keteknikan ini, maka dapat
mengurangi pelanggaran-pelanggaran etika (kode etik) profesi dan dapat menjadi
sebuah sarana pendidikan moral agar seseorang mengetahui hal-hal yang harus
dilakukan serta menghindari hal-hal yang tidak boleh dilakukan.
3.
Apa yang dimaksud dengan kode etik?
Jawaban :
·
Kode etik ; yaitu norma
atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah
laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
·
Kode etik
adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas
menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi
profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah,
perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.
·
Kode etik profesi adalah
pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam
kehidupan sehari-hari.
·
Kode etik profesi adalah
sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci
tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan
perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang
professional.
4.
Jelaskan kode etik Insinyur (keteknikan) menurut ABET !
Jawaban :
Kode etik profesi keteknikan menurut ABET terdapat 4 (empat)
prinsip dasar (fundamental principles) yang harus dilakukan oleh insinyur,
fundamental principles adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan kterampilan dan pngetahuan mereka untuk peningkatan
kesejahteraan manusia.
2. Menjadi tak berat sebelah dan jujur, dan melayani dengan ketepatan
publik, pemberi kerja dan klien mereka.
3. Bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan wewenang
4. Mendukunglah profesional dan masyarakat yang teknis dari disiplin
Referensi :
Selasa, 13 Desember 2011
Tugas 2 Analisis dan Estimasi Biaya
Usaha Foto Copy “Sejahtera”
Laporan Keuangan
Periode Januari s/d Desember 2010
| Pendapatan per bulan | | |
| 1 | Pendapatan fotocopy | Rp. 5.550.000 |
| 2 | Pendapatan laminating | Rp. 1.800.000 |
| 3 | Pendapatan jilid | Rp. 3.000.000 |
| 4 | Pendapatan penjualan alat-alat tulis | Rp. 1.500.000 |
| | Total Pendapatan | Rp. 11.850.000 |
| Pengeluaran per bulan | | |
| 1 | Pembelian kertas (A4, Kuarto, A3, Folio) | Rp. 1.500.000 |
| 2 | Pembelian alat-alat tulis | Rp. 700.000 |
| 3 | Pembelian perlengkapan jilid+laminating | Rp. 900.000 |
| 4 | Biaya perawatan + suku cadang (3 unit mesin x 250.000) | Rp. 750.000 |
| 5 | Biaya gaji karyawan @300.000 x 3 orang | Rp. 900.000 |
| 6 | Biaya listrik | Rp. 400.000 |
| 7 | Angsur utang peminjaman modal | Rp. 800.000 |
| | Total Pengeluaran | Rp. 5.950.000 |
| | Laba Bersih | Rp. 5.900.000 |
Total Pendapatan per tahun : Rp. 11.850.000 x 12 bulan (1 tahun) = Rp. 142.200.000
Total Pengeluaran per tahun : Rp. 5.950.000 x 12 bulan (1 tahun) = Rp. 71.400.000
Laba Bersih per tahun : Rp. 70.800.000
Biaya Variabel
| 1 | Pembelian kertas (A4, A3, Kuarto, Folio) | Rp. 1.500.000 |
| 2 | Pembelian alat-alat tulis | Rp. 700.000 |
| 3 | Pembelian perlengkapan jilid + laminating | Rp. 900.000 |
| 4 | Biaya perawatan + suku cadang (3 unit mesin x 250.000) | Rp. 750.000 |
| 5 | Biaya listrik | Rp. 400.000 |
| | Total Biaya Variabel | Rp. 4.250.000 |
Total biaya variabel per tahun : Rp. 4.250.000 x 12 bulan = Rp. 51.000.000
Biaya Tetap
| 1 | Gaji karyawan @300.000 x 3 orang | Rp. 900.000 |
| 2 | Angsur utang peminjaman modal | Rp. 800.000 |
| | Total Biaya Tetap | Rp. 1.700.000 |
Total biaya tetap per tahun : Rp. 1.700.000 x 12 bulan = Rp. 10.800.000
Senin, 17 Oktober 2011
Tugas 1 Analisis Biaya dan Estimasi
Klasifikasi Cost
a. First or Investment Cost
Dari definisinya, first cost umumnya terjadi pada element cost yang tidak berulang setelah project terjadi. “First cost considered to involve the cost of getting an activity or project started“. Keuntungan utama dalam mengenali klasifikasi cost ini adalah untuk memberikan perhatian pada hubungan cost investasi dengan permulaan aktivitas baru.
b. Operation and Maintenance Cost
Berbeda dengan first cost yang hanya terjadi sekali saat memulai aktivitas baru, operation and maintenance cost akan terus berulang selama masa kerja suatu project. Termasuk dalam kategori ini adalah labor cost of operation and maintenance personnel, cost of insurance and taxes, fuel and power cost.
c. Fixed and Variabel Cost
Fixed cost umumnya didefinisikan sebagai cost menyangkut aktivitas yang dilakukan dimana besarnya relative konstan disepanjang waktu aktivitas operasi. Ciri-ciri fixed cost (biaya tetap), yaitu:
a. Jumlah keseluruhan tetap dalam rentang (range) yang relevan
b. Penurunan biaya perunit bila volume bertambah dalam rentang yang relevan
c. Dapat dibebankan kepada departemen-departemen berdasarkan keputusan manajerial atau menurut metode alokasi biaya
d. Tanggung jawab pengendalian lebih banyak dipikul oleh manajemen eksekutif daripada penyelia operasi
Contoh dari biaya tetap (fixed cost), yaitu gaji eksekutif produksi, penyusutan, Pajak Bumi dan Bangunan, amortisasi paten, asuransi-aktiva tetap, gaji satpam dan pesuruh pabrik, pemeliharaan dan perbaikan bangunan & tanah, dan sewa.
Sedangkan variabel cost umumnya didefinisikan sebagai cost dimana besarnya bervariasi pada beberapa hubungan terhadap level dari aktivitas operasi. Ciri-ciri biaya variabel (variable cost):
a. Perubahan jumlah total dalam proporsi yang sama dengan perubahan volume
b. Biaya perunit relatif konstan meskipun volume berubah dalam rentang yang relevan
c. Dapat dibebankan kepada departemen operasi yang cukup mudah dan tepat
d. Dapat dikenndalikan oleh seorang peyelia/supervisor operasi
Contoh dari biaya variabel, yaitu bahan langsung, pekerja langsung, dan beberapa overhead pabrik, seperti : perlengkapan (supplies), bahan baker, perkakas kecil, bahan kerusakan, limbah dan pemanfaatan kembali, biaya penerimaan barang, royalty, biaya komunikasi, upah lembur, pengangkutan dalam pabrik.
d. Incremental or Marginal Cost
Istilah Incremental cost dan Marginal cost dihubungkan secara esensial pada konsep yang sama. Kata Incremental berarti peningkatan, Incremental costmempunyai arti peningkatan dalam cost. Biasanya menunjuk pada peningkatan pada cost yang berhubungan pada beberapa faktor, sehingga hasil nya dalam ekspresi seperti incremental cost per ton, incremental cost per unit, etc. Marginal cost diistilahkan dengan hubungan secara spesial pada penaikan output cost nya yang tercover oleh monetary return atau turunan nya. Over estimasi pada incremental cost dapat mengakibatkan pengaburan terhadap kemungkinan profit, sedang under estimasi pada cost ini dapat mengakibatkan loss.
e. Direct and Indirect Cost
Substansi dasar pengelompokkan cost ini adalah cara penelusuran cost nya. Direct cost berarti cost yang dapat ditelusur langsung ke sumber nya (biasanya terdiri dari direct labor, direct material dan direct expense). Biaya langsung (direct cost) bisa diartikan sebagai biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya karena ada sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai itu tidak ada, maka biaya langsung ini tidak akan terjadi.
Contoh : Biaya bahan baku langsung & Biaya tenaga kerja langsung
Sedangkan Indirect cost berarti cost yang tidak bisa ditelusur secara langsung ke sumbernya (indirect material, indirect labor, indirect expense). Biaya tidak langsung (indirect cost) bisa diartika pula sebagai biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut biaya overhead pabrik (factory overhead cost). Biaya ini tidak mudah diidentifikasikan dengan produk tertentu.
Contoh : Gaji mandor yang mengawasi pembuatan produk A,B,C merupakan biaya tidak langsung bagi produk A,B,C karena gaji mandor itu terjadi tidak hanya karena memproduksi ketiga jenis produk tersebut.
f. Total and Unit Cost
Total cost terdiri dari semua life-cycle cost digabungkan dengan system atau product, sedang unit cost adalah total cost dibagi beberapa faktor yang berhubungan dan menghasilkan pernyataan cost per item produced, cost per person, cost per capacity output, etc.
g. Recurring and Nonrecurring Cost
Pendekatan lain dalam peng-klasifikasian cost adalah konsep recurring dan nonrecurring. Recurring cost merujuk pada cost yang berulang pada periode atau interval tertentu, berlawanan dengan nonrecurring cost yang hanya terjadi sekali.
h. Sunk or Past Cost
Sunk cost adalah cost yang telah terjadi, tidak dapat dikembalikan atau dirubah dengan aksi dimasa depan oleh karena itu cost ini tidak relevant. Pembuatan keputusan selalu berorientasi ke masa depan. Pengeluaran (dan juga penerimaan) yang telah terjadi di masa lalu tidak lagi dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat sekarang. Contoh: pada pembuatan keputusan penggantian mesin, biaya pembelian dan perawatan mesin yang telah dikeluarkan tidak berubah lagi. Pengeluaran yang telah terjadi dimasa lalu tidak relevan terhadap keputusan yang sedang dibuat, disebut dengan istilah sunk cost.
Langganan:
Postingan (Atom)